Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota yang cukup terkenal di Indonesia, dia biasa disebut "paris Van Sumatra". Bukittinggi juga pernah menjadi ibukota Indonesia pada masa "Pemerintahan Darurat Republik Indonesia". Dan salah satunya Bukittinggi merupakan kota kelahiran salah satu proklamator Indonesia Bung Hatta. Jadi Bukittinggi selain mempunyai alam yang indah juga sarat akan nilai sejarah.
Asal mula berdirinya Bukittinggi adalah dari kedatangan Belanda mendirikan kubu pertahanan pada masa Perang Padri di salah satu bukit yang terdapat dalam kota ini "Fort de Kock", sekaligus menjadi tempat peristirahatan opsir-opsir Belanda yang berada di wilayah jajahannya. Kemudian pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, kawasan ini selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan yang kemudian berkembang menjadi sebuah kota, dan juga berfungsi sebagai ibu kota Afdeeling Padangsche Bovenlanden dan Onderafdeeling Oud Agam. Dan pada masa pendudukan Jepang, Kota Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian pemerintahan militernya untuk kawasanSumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand. Kota ini menjadi tempat kedudukan komandan militer ke-25 Kenpeitai, di bawah pimpinan Mayor Jenderal Hirano Toyoji. Kemudian kota ini berganti nama dari Stadsgemeente Fort de Kock menjadi Bukittinggi.
 |
| Sekitar DPR |
 |
| Taman Jam Gadang |
Bentuk geografis Bukittinggi terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang pulau Sumatera, dan dikelilingi oleh dua gunung yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Bukittinggi berada pada ketinggian 909–941 meter di atas permukaan laut yang menyebabkan dia memeiliki hawa yang sejuk. Dan luas wilayah kota Bukittinggi saat ini (25,24 km²), 82.8% telah diperuntukan menjadi lahan budidaya, sedangkan sisanya merupakan hutan lindung.
Beberapa objek wisata yang ada di Bukittinggi :
 |
| Taman Jam Gadang |
Jam Gadang merupakan sebuah menara jam yang sangat besar. Jam Gadang terletak di pusat Kota Bukittinggi. Disebut “Jam Gadang” karena ukuran menara jam tersebut yang sangat besar. Dan ada hal yang cukup unik dari jam tersebut yaitu penulisan angka 4 huruf romawi bukan ditulis “IV” melainkan “IIII”.
 |
| Monumen Benteng Fort De Kock |
 |
| Fort De Kock tempo dulu |
 |
| Benteng |
Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi, dengan Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang indah dan menjadi salah satu objek wisata utama provinsi Sumatera Barat.